Sejarah Taksi di Indonesia

Hallo guys, kali ini kami akan mengangkat artikel mengenai salah satu moda transportasi umum yang sudah terkenal dikalangan masyarakat yaitu, Taxi. Kalian sudah tidak asing bukan dengan transportasi premium ini? kira-kira kalian udah pada tau belum sih, sejarah dari taxi itu sendiri? Yapp, kali ini kami akan membahas sejarah Taxi di Indonesia.

Taksi di New York
Pemilik perusahaan taksi, Harry Allen adalah orang pertama yang memiliki taksi kuning. Berkat idenya ini, sekarang taksi di dunia identik dengan warna kuning

Sejarah Taxi

Taxicab atau biasa disebut mobil taxi merupakan alat transportasi umum yang dapat dibilang sebagai alat transportasi premium, yang mana untuk biaya tarifnya lebih mahal dibandingkan dengan angkutan umum lainnya. Nama Taxicab diambil dari kata “taximeter”. Taximeter adalah nama sebuah alat yang digunakan untuk mengukur jarak atau waktu yang ditempuh sebuah taksi sehingga supir bisa menentukan harga yang harus dibayar berdasarkan Taximeter (argo) tersebut. Taximeter pertama kali digunakan pada tahun 1891. Alat ini ditemukan oleh penemu Jerman Wilhelm Bruhn.

Gottlieb Daimler merupakan nama perusahaan mobil taxi jasa pertama di dunia. Perusahaan ini dibentuk pada tahun 1897. Taxi pertama di dunia ini bernama Daimler Victoria. Perusahaan ini sudah dilengkapi dengan meteran, argo atau taximeter.
Selanjutnya, taksi terus berkembang hingga abad 20. Perkembangannya semakin maju pada tahun 1940, mulai dikenal radio komunikasi 2 arah sebagai instrumen pelengkap di taksi. Penggunaan radio ini sangat membantu komunikasi operator dengan pengemudi dalam melayani order pelanggannya. Pada tahun 1980, masuklah teknologi komputer yang digunakan sebagai alat untuk distribusi order.

 Taxi di Indonesia

Blue Bird Old Taxi

Di Indonesia sendiri, diperkirakan taksi mulai masuk pertama kali lewat Batavia (Jakarta) pada 1930-an. Jumlahnya pun tak banyak,hanya puluhan. Justru dengan jumlah terbatas itu, taksi di zaman Hindia Belanda menjadi ukuran status sosial, karena kebanyakan yang naik taksi adalah Meneer-meneer maupun Noni-noni Belanda.

Di zaman Hindia Belanda, para pengemudi kendaraan bermahkota itu tidak diizinkan mengambil penumpang di tengah jalan. Mereka hanya menurunkan penumpang di tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Makanya bukan suatu yang aneh jika di zaman itu ada yang disebut pangkalan taksi. Soal kapasitas, taksi tempo doeloe itu dibatasi hanya memuat 5 penumpang. Ongkosnya dihitung berdasarkan kilometer yang ditempuh. Misalnya untuk satu kilometer dikenakan sebesar 30 sen atau 10 sen untuk tiap satu menitnya.

Perkembangan taksi yang terus berkembang, membuat kebutuhan akan taksi semakin meningkat. Pada tahun 1971 untuk pertama kalinya taksi diresmikan sebagai angkutan umum di Jakarta oleh Ali Sadikin yang waktu itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Untuk dapat membentuk Badan Usaha pertaksian dibutuhkan minimal 100 armada mobil baru. Jakarta sebagai kota metropolitan dan pusat perekonomian membutuhkan sebuah sarana transportasi yang memadai.

Taxi pertama yang menggunakan taximeter di Indonesia adalah taxi dari perusahan Blue Bird. Blue Bird lahir dari sebuah mimpi dan kerja keras seorang wanita bernama Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono. Beliau merupakan seorang wanita Indonesia yang lahir di Malang pada tanggal 17 Oktober 1921.

pada tahun 1971 Bu Djoko meminta surat izin propesional agar perusahaan jasa penyewaan mobil taxi yang sedang dijalaninya bisa menjadi bisnis resmi. Akhirnya pada tahun 1972, surat izin keluar dan Bu Djoko meluncurkan secara resmi jasa mobil taxi Blue Bird pertama yang dilengkapi dengan argometer. Taxi Blue Bird ini di cat biru dan diberi lambang burung biru agar sesuai namanya. Penamaan Blue Bird itu diambil oleh Bu Djoko karena dia senang dengan cerita Blue Bird yang membawa kebahagian bagi orang.

Nahh itu dia sejarah taxi di Indonesia, sudah cukup lama bukan?
Kini, sudah sering kita lihat berbagai macam Taxi dengan merk yang berbeda mewarnai jalanan di kota-kota besar Di Indonesia. Seiring berjalanannya waktu dan semakin cepatnya pertumbuhan teknologi, mulai muncul perusahaan-perusahaan Startup yang memanfaatkan teknologi tersebut untuk melayani konsumen. Salah satu Startup dibidang transportasi adalah UBER. Persaingan antara Taxi Konvensional dan Taxi Online pun kini mulai kita rasakan. Salah satu perusahaan Taxi yakni Blue Bird, belakangan mulai membuat aplikasi untuk pemesanan taxi secara online untuk melawan persaingan teknologi online tersebut.

See you~

Refrensi:

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s