Serunya Diskusi Film MARS di Kalbis

28 April lalu, kampus Kalbis Institute menghadirkan diskusi film yang berjudul MARS. Film MARS ini bukanlah film yang membahas antariksa atau ruang angkasa, sebab MARS adalah singkatan dari Mimpi Ananda Raih Semesta.

Diskusi yang berlangsung sekitar satu jam ini antusias diikuti oleh mahasiswa Kalbis dan memenuhi ruangan. Diskusi ini menghadirkan sutradara dari film MARS yakni Sahrul Gibran, serta pemerannya yaitu Acha Septriasa, Teuku Rifnu Wikana, dan Cholidi Asadil Alam.

Dalam diskusi ini dibahas mengenai proses pembuatan film serta cerita-cerita yang bisa dikatakan dibalik layar dari film tersebut. Dan, tentunya ada cerita menarik didalamnya.

Pada film MARS ini bertema mengenai ibu dan pendidikan. Film MARS mengambi lokasi shooting di 2 tempat yang berbeda, yakni di Gunung Kidul dan di Oxford University di London, Inggris. Meskipun kedua tempat tersebut punya perbandingan kondisi cuaca yang jauh, tapi tim berhasil melewati rintangan cuaca ini.

S_4242590163711

“Jika kita punya tim yang support, no problem dengan kondisi tempat kita syuting. Cotohnya di Gunung Kidul yang kondisinya sangat panas (perbedaan cuaca),” ujar Sahrul Gibran.

Proses shooting juga terbilang singkat, hanya 25 hari dan termasuk shooting di Oxford, Inggris. Izinnya sendiri ke Oxford tak mudah, ia mengaku harus menunggu selama 7 bulan dengan pengurusan surat-surat hanya satu hari.

“Hanya ada 2 film yg shooting di Oxford University. Pertama yaitu film Harry Potter, kedua adalah film MARS”

Selain itu, karena banyaknya melakukan diskusi ketika proses pembuatan film, maka “timbul kedekatan antara pemain dan kru”.

Menurut salah satu aktor dalam film ini, yakni Teuku Rifnu Wikana, Titik sukses dari film ini adalah dari pancingan sutradara dan perdalaman script yang dilakukan.

Dalam film MARS ini tentunya ada kesulitan-kesulitan yang dialami.

Menurut Acha, kesulitan yang ia alami adalah “Untuk menjadi Jawa versi Gunung Kidul. Melakukan pendalaman peran/karakter.”

S_4242590250904

Sementara itu menurut Teuku Rifnu wikana, kesulitannya ialah “Dalam film selalu ada proses. Salah satu Prosesnya adalah reading.”

“Kesulitannya ketika syuting yaitu saat di lapangan, kondisi tempat syuting, jalanan berlumpur dsb. Menurut riset ketika buku ini dibuat, angka bunuh diri di Gunung Kidul sangatlah tinggi,” ungkap Cholidi saat ditanya kesulitan yang dialaminya dalam pembuatan film ini.

S_4242590397361

Seperti yang kita bilang diawal tadi, ada cerita menarik pada saat shooting.

Teuku berencana membuat kejutan kepada sang sutradara karena pada hari itu Ia tengah berulang tahun. Cara surprisenya, dengan Teuku mengamuk parah dam membuat kondisi shooting begitu mencekam dan tak terkendali, ia memarahi semua orang yang ada ditempat, termasuk memarahi sutradara.

Sahrul Gibran selaku sutradara pun bercerita, waktu Teuku mengamuk tersebut, ia ketakutan dan gemetar, ia takut film yang dibuatnya ini gagal. Setelah kejutan itu diberikan, Sahrul mengaku baru kali ini dapat merasakan kejutan ulang tahun, bahkan menurutnya tanggal ulang tahunnya sendiri pun bisa lupa karena kesibukannnya.

S_4242590316008

Teuku melakukan hal tersebut selain untuk sebuah kejutan, yaitu untuk membuat sang sutradara baru ini bisa bekerja lebih rileks. Karena Teuku melihat, keseriusan sang sutradara membuat sutradara tegang, ia ingin mengeluarkan ketegangan itu melalui tangisan si sutradara. Sehingga ia dapat lebih rileks saat melakukan pekerjaannya.

“Kru sama Artis ngambek, itu sangat menakutkan bagi saya”

Ia memang cukup dihantui rasa takut dalam pembuatan film ini, apalagi adanya kejutan yang mencekam seperti tadi. “Datang dari kampung, yang ingin menjadi sutradara. Ketika bikin film sebelumnya selalu gagal dan di khianati orang,” sambung Sahrul.

Nah, disela-sela acara, ada juga mahasiswa yang bisa berinteraksi dengan pemeran dan sutradara film ini. Hadiahnya, foto bareng.

Dan sebelum berakhir, para pemeran dan sutradara film MARS ini mengajak mahasiswa yang hadir untuk foto bareng. Setelah acara selesai, banyak mahasiswa yang berfoto dengan masing-masing pemeran, dan yang paling diincar tentunya ya Acha. Tapi sayangnya nih, kita gagal foto bareng Acha…

Tapi, kita bisa foto bareng Cholidi dan tentunya sang sutradara sekaligus berhasil menginterview sutradara film MARS, Sahrul Gibran.

Oh iya, film MARS ini sudah tayang di bioskop-bioskop sejak 4 Mei yang lalu ya..

S_4242589964260

Nah, ini dia wawancara kita dengan Sutradara film MARS, Sahrul Gibran

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s