Memetik Pelajaran yang Bisa Diambil dari Kisah Pak Surito

Sudah 30 tahun-an, Pak Surito berjualan bubur kacang hijau. Pria yang sudah berusia 55 tahun ini telah berbagi kisahnya ke kita selama berjualan bubur kacang hijau ini.

Pak Surito kini tinggal di Pulogadung, sehingga kini ia hanya berjualan bubur disekitar kawasan Pulogadung dan Pulomas saja.

Ia mulai berjualan bubur kacang hijau mulai dari jam 6.00 hingga 10.00. Untuk buburnya sendiri, Pak Surito langsung yang meraciknya dengan membeli bahan-bahan yang dibutuhkan.

Pria asli Pemalang, Jawa Tengah ini mengaku memiliki perbedaan yang amat jauh ketika berjualan bubur pada zaman lalu dibandingkan saat ini. Pada masa Soeharto masih menjadi Presiden, ia merasakan betapa mudah dan gampangnya untuk berjualan bubur. Sayangnya, ia tidak memberikan penghasilannya kala itu, tapi tersirat kalau penghasilannya memang cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

Tapi, pada saat ini, penghasilannya tidak begitu besar. Kurang lebih, Pak Surito hanya mengantongi uang Rp 50.000 hingga Rp 100.000 dalam sekali jualan. Tapi, ia mengaku cukup dengan penghasilannya tersebut.

Pak Surito - 1

Terkadang, pada jam 9.00, bubur yang dijual Pak Surito sudah habis terjual. Tapi, tak sedikit juga bubur yang dijual tidak habis, sehingga harus dibuang begitu saja.

Lalu, apa alasan Pak Surito masih tetap berjualan meski usianya sudah tidak muda lagi?

Pak Surito tidak ingin memberatkan anak-anaknya yang telah bekerja untuk memberikan uang kepadanya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

“Selama saya masih sehat, saya tidak mau mengandalkan dengan anak”

Sungguh luar biasa Pak Surito ini. Ia punya semangat yang sangat tinggi untuk mencukupi kebutuhannya meskipun ia sudah memiliki anak yang sudah bekerja.

Ia tetap berjualan meski usianya tidak muda lagi, ia tidak memilih untuk tetap di rumah menikmati masa senjanya. Ia justru memilih berjualan.

Ini akan menjadi pelajaran yang bisa diambil untuk kita, karena usia tua bukan menjadi penghalang untuk bermalas-malasan. Selama kita masih mampu, kenapa tidak?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s