Suka-Duka Kehidupan Pak Surito, Seorang Pedagang Bubur Kacang Hijau

Inilah kisah seorang pedagang bubur kacang hijau bernama Pak Surito (55 Tahun). Dulu, bapak ini bekerja di kawasan Muara Angke pada jaman Pak Harto (Era Orde Baru). Namun sekarang beliau sudah berganti profesi sebagai seorang penjual bubur kacang hijau keliling. Bapak 2 orang anak ini sekarang tinggal di daerah Pulo Gadung.

Sebelum berjualan bubur, Pak Surito sudah harus bangun sejak pagi-pagi buta untuk mempersiapkan barang dagangannya (bubur ketan dan kacang ijo), seperti memasak, membuat santan, dll. Dalam mempersiapkan barang dagangannya, Pak Surito tidak sendirian, beliau dibantu oleh sang istri tercinta yang selalu menemaninya dirumah. Inilah kegiatan yang selalu dilakukan oleh Pak Surito dengan istrinya setiap pagi.

Pak Surito berangkat untuk menjual bubur sekitar pukul 06.00 dari rumahnya didaerah Pulo Gadung. Bukan perjalanan yang pendek bagi bapak yang sudah berusia 55 tahun ini dalam berkeliling untuk menjual bubur kacang ijo dan ketan. Rasa letih, lesu terpancar dari raut wajah Pak Surito juga kami rasakan.

Suka-Duka dalam berjualan bubur ketan dan kacang ijo-pun kerap dialami oleh bapak yang sudah mempunyai 2 orang anak ini. Tidak  jarang, bubur yang dijual Pak Surito tidak habis, dan tidak mungkin untuk dibawa pulang karena bubur tidak bisa bertahan lama (mudah basi). Pendapatan sehari-hari jika buburnya kurang laku mungkin hanya bisa mencukupi kebutuhannya dalam sehari. “Cukup enggaknya yaa dicukup-cukupkan saja..” tutur Beliau. Namun, tak jarang buburnya bisa cepat habis. Ketika bubur hasil jualannya laku, beliau segera pulang kerumah untuk beristirahat.

Namun, miris memang ketika kita coba berbicara mengenai umurnya yang sudah tidak muda lagi. Sudah sepatutnya beliau beristirahat dirumah atau dalam arti lain berhenti bekerja. “Jika saya tidak bekerja, siapa yang akan menggantikan saya? saya sekarang hanya tinggal berdua dengan istri saya, anak-anak semua berada dikampung” ujar beliau demikian.

“Selagi masih sehat, saya masih mau bekerja.. saya ngga mau merepotkan anak” – Pak Surito

Inilah suka dan duka yang dialami Pak Surito dalam kesehariannya berjualan bubur kacang ijo keliling. Nantikan kisah-kisah menarik Pak Surito, seorang pedagang bubur kacang ijo yang lainnya…

Iklan

One thought on “Suka-Duka Kehidupan Pak Surito, Seorang Pedagang Bubur Kacang Hijau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s