Kisah Pak Surito-Penjual Bubur

Ditulis Oleh: Aprinandi Sudedi

Seorang bapak yang bernama Surito, dia adalah pedagang kaki lima yang mejual bubur kacang hijau keliling. Saya dan kelompok saya bertemu saat didaerah Pulomas. Dengan kamera yang terkalung dileher, saya merekam percakapan antara kelompok kami dengan pak Surito. Banyak pengalaman pribadi yang ia ceritakan kala itu..

Setiap hari ia berkeliling demi menafkahi keluarganya, lelah letih yang ia hadapi itu dianggap hal yang biasa.

“Ya mau diapain lagi? Selagi kita masih sehat, masih kuat kenapa enggak untuk usaha?” Ujar pak Surito

Ia melakukan pekerjaannya tanpa mengeluh, demi menghidupi anak dan cucunya. Anak pertamanya ikut bekerja menjadi tukang bubur juga, dengan gerobak yang lain.

“Di bilang capek ya gimana ya.. Namanya juga untuk makan keluarga sehari-hari. Ya syukuri aja.” Itu lah pendapat Pak Surito

Terlihat sorang bapak tua yang sangat semangat dan pantang mengeluh untuk menafkahi keluarganya. Umurnya yang tak lagi muda, tak mengahalangi beliau untuk terus bekerja keras, menjajakan jualannya yang belum tentu habis. Tak jarang harus dibuang karena tak bisa lagi untuk diapakai keesokan harinya. Ia selalu berusaha menjaga kebersihan dan kesegaran bubur yang dijualnya.

Sungguh, luar biasa perjuangan beliau..

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s